Pesan Idul Adha untuk Bangsa Indonesia:
Belum sempat mereda dan teratasi dengan memadai, akibat yang ditimbulkan oleh krisis finansial Asia (sejak sekitar satu dasawarsa lalu) dengan krisis moneter, krisis ekonomi, kemudian diperparah menjadi krisis multidimensi yang memporak-porandakan negeri ini serta negeri-negeri lainnya di Asia, masyarakat dan bangsa Indonesia kembali dihadang oleh ancaman krisis keuangan global (global financial crisis and global economic crisis) yang serius.
Biang keladi
hal ini adalah karena diamalkannya neoliberalism economic system yang sekuler oleh hampir semua negara di dunia (termasuk Indonesia di dalamnya). Oleh karena itu sistem ekonomi ini juga disebut sebagai sistem ekonomi arus utama (mainstreem economic system). Ancaman ini bukan hanya melanda Asia termasuk Indonesia, melainkan justru telah melanda Amerika, Eropa, dan negara-negara lainnya di berbagai belahan dunia. Krisis ekonomi global kali ini, justru dipicu dan berawal dari subprime morgage crisis (2007) yang merebak di Amerika Serikat sebagai episentrumnya.
Sekedar ilustrasi, tidak kurang dari delapan puluh empat bank di Amerika Serikat yang bangkrut di tahun 2009 ini. Bahkan menurut UNDP: " 85% pendapatan dunia, dinikmati oleh hanya 20% penduduk dunia di negara-nagara kaya (Developed Countries). Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin (Under Developed Countries) hanya mendapatkan 15% pendapatan dunia. Sungguh merupakan suatu kesenjangan/gap yang luar biasa akibat diamalkannya neoliberalism economic system yang sekuler tersebut.
Kesengsaraan dan penderitaan rakyat banyak yang ditimbulkan oleh hal tersebut, dapat kita temukan dimana-mana di Indonesia.Misalnya, masih segar dalam ingatan kita tentang tragedi kemiskinan dan kemanusiaan di Pasuruan yang merenggut nyawa 21 rakyat miskin karena berebut uang Rp 21.000,00 pada September 2008 lalu. Selain itu, negeri ini juga bertubi-tubi dilanda berbagai musibah, bencana alam, dan malapetaka. Katakan saja mulai dari Tsunami dahsyat di Aceh yang merenggut 200.000 lebih nyawa manusia hanya dalam hitungan menit saja dan seterusnya sampai gempa bumi di Sumatera Barat dan berbagai tempat lainnya beberapa waktu lalu, serta aneka ragam malapetaka di darat, laut, dan udara. Hama, wabah, penyakit menular yang mematikan, kerusuhan, huru-hara, dan lain sebagainya. Sampai-sampai, negeri ini juga terus digoncang oleh kasus-kasus skandal yang luar biasa besarnya hingga menyeret para petinggi di negeri kita. Amat memalukan dan merendahkan martabat harga diri bangsa, karena ulah para oknum elite yang tidak bertanggung jawab dan khianat. Sampai muncul istilah Cicak vs Buaya. Masya Allah!!! "
Banyak sekali masalah yang mendera negara ini yang telah sampai pada tingkat yang memalukan. Padahal Rasulullah dalam sabdanya dengan tegas menyatakan bahwa:
"Sesungguhnya tidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq dan budi pekerti". (HR. Inbu Saad, Al Hakim,dan baihaqi dari Abi Hurairah r.a.)
Keluhuran akhlak seseorang tercermin dari sejauh mana yang bersangkutan menaati, mengamalkan, serta menjalani kehidupannya. Apakah sudah sesuai dengan syariah sebagaimana Al Quran dan AsSunnah atau tidak.
Sekedar ilustrasi tentang keadaan terkini di tanah air.
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS.Ar Ruum:41)
Seharusnya dengan berbagai bencana dan musibah serta kerusakan baik material maupun akhlak yang terjadi selama ini, mengharuskan kita sadar dan segera "...kembali ke jalan yang benar!" Namun apa yang terjadi? Upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK, ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepolisian dan kejaksaan, serta belum adanya sikap dan tindakan tegas yang nyata dan konkret dari Presiden terkait masalah tersebut, ikut menambah daftar malu negara kita. Rakyat butuh ketegasan dan keberanian dari seorang pemimpin untuk menegakkan hukum dan keadilan di negara kita. Jangan sampai suara rakyat ini hanya akan menjadi angin berlalu. Rakyat tidak butuh basa-basi dan retorika politik. Jangan sampai negeri ini hanya menjadi sebuah panggung sandiwara.
Sahabat, mengapa permasalahan aktual dalam kehidupan masyarakat dewasa ini diangkat pada kesempatan di hari yang mulia ini? Tentu timbul pertanyaan seperti itu, dan hal ini wajar sekali. Rasulullah saw. bersabda:
Dari Abu Sa'id Al Khudri Radhiallahu Ta'ala 'anhu berkata: Bersabda rasulullah saw.: "Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu maka cegahlah dengan lisanmu dan jika kamu tidak mampu juga maka cegahlah dengan hati. Dan itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)
Mari kita camkan firman mulia Allah swt. berikut ini:
" Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu SEHANCUR-HANCURNYA". (QS. Al Isra': 16) -------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat, itulah secuplik apa yang bisa penulis suarakan mewakili suara rakyat Indonesia pada umumnya.Sekadar memahami pesan Idul Adha yang sarat akan pelajaran dari pengorbanan untuk mencapai satu tujuan yang sederhana, "tercapai surga sebelum menempati surga yang sesungguhnya". "Ya Allah jangan Kau hukum kami karena kami salah dan lupa.Ampuni kami,ampuni pemimpin kami, berilah selalu mereka dengan hidayahMu, dan rahmati kami.Rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatunya.Amiin..." Sahabat, terus fokus pada sesuatu yang membesarkan dan setia kepada jalan kebenaran. Karena dengan begitu Allah akan merahmati kita semua, meneguhkan kedudukan kita, dan mengangkat derajat kita semua.Sekian. Mohon maaf sebesar-besarnya karena penulis hanyalah manusia biasa dan kesempurnaan hanyalah milik Allah. Selamat Hari raya Idul Adha 1430 H. Semoga segala pengorbanan yang telah maupun kita niatkan akan lakukan, mendapat kemuliaan dan keberkahan dari Allah swt. Wassalamu'alaikum wrwb.
Belum sempat mereda dan teratasi dengan memadai, akibat yang ditimbulkan oleh krisis finansial Asia (sejak sekitar satu dasawarsa lalu) dengan krisis moneter, krisis ekonomi, kemudian diperparah menjadi krisis multidimensi yang memporak-porandakan negeri ini serta negeri-negeri lainnya di Asia, masyarakat dan bangsa Indonesia kembali dihadang oleh ancaman krisis keuangan global (global financial crisis and global economic crisis) yang serius.
Biang keladi
hal ini adalah karena diamalkannya neoliberalism economic system yang sekuler oleh hampir semua negara di dunia (termasuk Indonesia di dalamnya). Oleh karena itu sistem ekonomi ini juga disebut sebagai sistem ekonomi arus utama (mainstreem economic system). Ancaman ini bukan hanya melanda Asia termasuk Indonesia, melainkan justru telah melanda Amerika, Eropa, dan negara-negara lainnya di berbagai belahan dunia. Krisis ekonomi global kali ini, justru dipicu dan berawal dari subprime morgage crisis (2007) yang merebak di Amerika Serikat sebagai episentrumnya.
Sekedar ilustrasi, tidak kurang dari delapan puluh empat bank di Amerika Serikat yang bangkrut di tahun 2009 ini
"Sesungguhnya tidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq dan budi pekerti". (HR. Inbu Saad, Al Hakim,dan baihaqi dari Abi Hurairah r.a.)
Sahabat, itulah secuplik apa yang bisa penulis suarakan mewakili suara rakyat Indonesia pada umumnya.Sekadar memahami pesan Idul Adha yang sarat akan pelajaran dari pengorbanan untuk mencapai satu tujuan yang sederhana, "tercapai surga sebelum menempati surga yang sesungguhnya". "Ya Allah jangan Kau hukum kami karena kami salah dan lupa.Ampuni kami,ampuni pemimpin kami, berilah selalu mereka dengan hidayahMu, dan rahmati kami.Rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatunya.Amiin..." Sahabat, terus fokus pada sesuatu yang membesarkan dan setia kepada jalan kebenaran. Karena dengan begitu Allah akan merahmati kita semua, meneguhkan kedudukan kita, dan mengangkat derajat kita semua.Sekian. Mohon maaf sebesar-besarnya karena penulis hanyalah manusia biasa dan kesempurnaan hanyalah milik Allah. Selamat Hari raya Idul Adha 1430 H. Semoga segala pengorbanan yang telah maupun kita niatkan akan lakukan, mendapat kemuliaan dan keberkahan dari Allah swt. Wassalamu'alaikum wrwb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar